Kamis, 26 Februari 2015

Membuat Jaringan Menggunakan Mikrotik Via Winbox

Cara setting mikrotik via winbox sebagai station / client (bab dasar)

       Wah kebetulan nih kemarin Ane abis UK ginian Jadi ya bagi bagi ilmu dikit sama agan agan semua ... Langsung Aja dah ga usah nunggu lama lama lagi ..
1. Buka aplikasi winbox nya, lalu cari mac address perangkat   mikrotik yang hendak agan setting.. atau juga bisa dengan cara memasukkan IP address perangkat mikrotik agan dengan catatan agan harus men setting ip PC agan terlebih dahulu agar dapat terhubung... lalu klik tombol connect. Untuk ip default mikrotik adalah 192.168.88.1 dan password nya biarkan kosong..
2. Setelah masuk akan terlihat tampilan awal nya sebagai berikut:

3. lalu klik tab interface, lalu jika interface wlan nya masih disabled klik wlan tersebut dan klik tombol checklist di atas..
4.  lalu klik dua kali pada wlan tersebut.. hingga muncul tampilan sebagai berikut..

5. buka tab wireless..
klik acvanced mode.. lalu setting sebagai berikut.. 
7. lalu klik scan.. lalu agan akan masuk ke tampilan scanner untuk melihat SSID yang ter scan oleh perangkat mikrotik agan..
jika agan sudah menemukan accesspoint yang agan cari, lang sung aja klik pada SSID yang dimaksud dan klik connect.. namun pastikan sinyal dari accesspoint yang agan terima bagus atau cukup memadai untuk di connect kan.. biasanya sih ane akan meng connect kan bila signal yang didapat kurang dari -80 untuk menghindari kemungkinan koneksi putus-putus atau kecepatan koneksi yang tidak normal. lalu jika telah di klik connect maka biasa nya tampilan scanner akan tutup dengan sendiri nya. bila tidak otomatis, klik saja close... lalu tunggu hingga status nya connected to ess... dan pada interface wlan terdapat tanda "R" yang ber arti running. Untuk mengecek nya silahkan lihat saja di tab status..
sebagai catatan, pastikan bahwa server / accesspoint / SSID yang akan di connect kan menggunakan security profile atau tidak, atau menggunakan sistem add mac address, jika menggunakan salah satu nya atau mungkin kedua nya, agan harus meminta informasi kepada server pembuat accesspoint tersebut.. Namun jika tidak menggunakan ( security nya open ), security profile nya biarkan saja default.. tak usah di setting.  

8. jika telah connect klik OK saja. lalu klik IP > addresses untuk menambah kan IP address..
klik tombol add..
 lalu masukkan / edit IP yang akan di tambahkan pada router ini, minimal ada satu IP untuk ethernet dan satu IP untuk wlan. Lalu klik OK...
9. setelah itu masukkan IP DNS di IP > DNS.. jika telah selesai klik OK


10. Hampir selesai... sekarang agan masuk ke IP > firewall 



masuk ke tab NAT


 Setelah masuk ke tab NAT, klik 2x pada NAT yang telah ada / telah dibuat.


Pastikan Out interface nya set to default.. ( kosong )


Masuk ke tab action, lalu pastikan Action nya masquerade. lalu OK..
Beres deh.. lalu untuk mengecek apa settingan telah benar, buka New Terminal.. lalu ping IP Server / Accesspoint.. bila berhasil, coba ping DNS nya.. lalu jika terdapat akses ke internet buka browser anda dan coba.. 

Setting Fitur Hotspot Mikrotik dengan Winbox

Setting Hotspot Mikrotik menggunakan Winbox

Mikrotik memiliki salah satu fitur bawaan untuk membuat sistem Hotspot, dan tidak terbatas hanya menggunakan interface/alat Wi-Fi/Lan saja melainkan juga bisa menggunakan interface seperti Ethernet base (kabel Lan). Tetapi untuk bisa mengaktifkan dan menggunakan fitur tersebut OS Mikrotik yang digunakan minimal adalah level 4. dalam hal ini untuk routerboard yang saya gunakan menggunakan versi RB951Ui-2Hnd dengan aplikasi winbox sebagai alatbantu untuk menghubungkan antara PC (Windows) dengan Routerboard OS Mikrotik.
Secara garis besar ada 4 Langkah yang diperlukan untuk membuat mengaktifkan fitur Hotspot bawaan Mikrotik. 
1. Pastikan topologi jaringan sudah terpasang dengan benar. dalam hal ini saya menggunakan ISP Speedy, dan modem ADSL untuk akses internet sehingga tampilan topologi jaringannya adalah seperti dibawah ini : 
untuk IP Private/Jaringan Lokal nantinya bisa anda sesuaikan nantinya, gambar ini hanyalah rancangan saja
untuk mempermudah manajemen biasanya kita melakukan penamaan terhadap interface yang aktif dalam hal ini misalnya ether 1 (dari modem ADSL), ether 2 (dari RB Mikrotik ke switch/LAN), wireless (dari RB Mikrotik ke WI-fi LAN), caranya adalah buka dan koneksikan ke RB Mikrotik via winbox dan pilih menu Interface->Interface List (Akan muncul daftar interface yang tersedia, khusus interface wireless biasanya defaultnya disabled), selanjutnya untuk interface yang aktif bertanda (R), silahkan edit namanya dengan cara Klik 2x, dan ubah pada bagian Name misalnya "LAN6207" : 
(gunakan langkah yang sama untuk merubah penamaan interface lainnya yang aktif)

2. Langkah Selanjutnya Mengaktifkan DCHP Client
 adalah memberikan IP untuk Router Mikrotik yang berasal dari Modem ADSL, biasanya kalau menggunakan ISP Speedy, akan menggunakan pemberian IP secara dinamis (DHCP) terhadap clientnya dalam hal ini client dibawahnya adalah RB Mikrotik. berikut caranya menggunakan winbox : menu IP->DHCP Client->klik tambah ('+') untuk menambahkan IP client secara dinamis pada mikrotik, lalu pilih interface yang mengarah ke Modem pada contoh ini adalah (SPEEDY6207), pastikan statusnya adalah "Bound" artinya sudah terjadi ikatan/koneksi antara Modem dengan RB Mikrotik dengan tanda pemberian ip dinamis ke RB Mikrotik. dlm hal ini IP RB mikrotik yg diberikan adalah 192.168.1.2 (ini bisa berbeda tergantung settingan IP Modem anda).
3. Menentukan IP Address Server Hotspot
Click : IP–>> addresses
Disini anda akan melihat sebuah IP address dari hasil langkah pertama. Yaitu IP Address yang diberikan oleh Modem ADSL : 192.168.1.2/24  (SPEEDY6207 Modem anda mungkin saja berbeda ).

Selanjutnya kita akan membuat sebuah IP address untuk Server Hotspot. Misalkan disini akan kita buat dengan menggunakan IP Address 192.62.7.1/24. ( IP address ADSL harus berbeda dengan IP Hotpsot server lihat langkah 1 sebagai gambaran).

Click :  tanda (+)–>> masukkan IP address 192.62.7.1/24— pilih interface LAN6207—click ok
Anda tidak perlu mengisi bagan Network. Kolom ini akan terisi sendiri ketika anda meng-clik ok.  
4. Langkah Selanjutnya adalah membuat HOTSPOT Server dengan cara pilih menu : IP->Hotspot->Tab Server->Hotspot Setup, dan pilih interface untuk membuat HOTSPOT di jaringan LAN dalam hal ini nama interfacenya adalah "LAN6207".
(pilih next2x saja terus/defaultnya, nanti bisa anda kembangkan sendiri untuk pengaturan lainnya)
jika sukses maka akan ada hotspot server (hs) tercipta untuk interface LAN6207 (hs-LAN6207). 
sampai langkah ini anda sudah berhasil membuat jaringan HOTSPOT via interface LAN (LAN6207). 
 langkah terakhir anda hanya tinggal menambahkan user-user yang bisa menggunakan jaringan HOTSPOT caranya masih di menu HOTSPOT (Langkah 4)-> Tab Users->pilih tanda "+" , dan isikan Name dan password user baru (settingan lainnya biarkan saja, nanti anda bisa kembangkan sendiri) klik Ok. 
tambahkan user lainnya yang bisa akses HOTSPOT , untuk mencobanya silahkan buka PC Client (Lihat gambar topologi jaringan langkah 1) dan pastikan ip addressnya untuk "Obtain automatically"/DHCP, buka browser dan ketikkan di address bar : misal www.facebook.com. maka sebelum anda bisa masuk ke halaman facebook, akan form untuk memasukkan user dan password untuk bisa mengakses internet via HOTSPOT. 
Selanjutnya jika merasa diperlukan, anda dapat mengaktifkan Proxy server Local MikroTik dan melakukan setting lain seperti PCQ atau Bandwidht Limiter dll. Namun secara prinsip dasar, maka panduan 4 langkah tadi sudah cukup untuk mengatifkan MikroTik anda sebagai Hotspot Server. Pilihan untuk menseting lainnya adalah bersifat tambahan belaka.

Jumat, 23 Januari 2015

Tutorial Cara Instalasi Linux Debian Server 7 di Virtual Box

Cara Instalasi Linux Debian Server 7 di Virtual Box 

Tugasnya yaitu menginstall Debian 7 dengan menggunakan Virwtual Box 4.2 hingga antara Host dan Guest saling terkoneksi.

Mungkin anda bingung, apa yang dimaksud Host dan Guest ?

Jadi sebenarnya Virtual Box yang ada di PC kita itu merupakan PC virtual. Jadi ibaratnya seperti ada PC dalam PC. Nah, PC Virtual ini yang kita sebut dengan Guest dan PC asli kita yang nyata itu yang kita sebut Host.

Sebelum kita ke step-step untuk instalasi Debian, saya akan jelaskan terlebih dahulu langkah-langkah instalasi Virtual Box di PC kita. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
  • Buka folder mentahan Virtual Boxnya 
Jika anda belum punya mentahannya, silakan kunjungi link berikut.
  • Setelah menemukan file mentahannya, klik file mentahannya tersebut, maka akan muncul kotak dialog instalasi Virtual Box
  • Setelah muncul kotak dialog seperti gambar diatas, klik Next
  • Setelah itu, kita pilih Feature apa saja yang kita inginkan di Virtual Box. Setelah itu klik Next.
  • Check list pilihan yang tersedia:
    • Create a shortcut on the desktop = membuat shortcut pada desktop
    • Create a shortcut in the Quick Launch Bar = membuat Quick Launch Bar


  • Tekan Yes untuk menginstall Network Interface


  • Tekan Install untuk menginstall Network Interface


  • Tunggu proses intalasi selesai


  • Klik Install untuk menginstall Universal Serial Bus


  • Tekan Finish untuk menyelesaikan instalasi Virtual Box

Setelah kita menginstall Virtual Box, kita akan melakukan instalasi Debian 7 dengan menggunakan Virtual Box yang tadi kita install. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Buka Virtual Box 4.2. Setelah itu klik tombol New.

  • Setelah tombol New di klik, maka akan muncul kotak dialog seperti berikut.

Di dalam kotak dialog tersebut, ada form untuk pengisian nama PC Virtual kita, type OS yang akan kita install, dan versi OSnya. Karena kita akan menginstall Debian, maka kita isi form terebut seperti berikut :
Name : Debian (nama bisa disesuaikan dengan keinginan)
Type : Linux 
Version : Debian
Setelah form sudah diisi, klik Next
  • Setelah kita mengisi Form, selanjutnya kita akan memilih berapa memori yang akan kita gunakan untuk PC virtual ini. Misal memori yang kita gunakan adalah 512 MB. Setelah itu, klik Next.
  • Selanjutnya, kita akan diberikan pilihan untuk Harddisk virtual untuk menyimpan data kita nantinya. Ada beberapa pilihan diantaranya :
    • Do not add a virtual hard drive : ini dipilih jika kita tidak akan membuat Virtual Harddisk
    • Create a virtual hard drive now : ini digunakan jika kita ingin membuat Virtual Harddisk yang baru
    • Use an existing virtual hard drive file : ini digunakan jika kita ingin menggunakan Virtual Harddisk yang sudah ada
Karena kita ingin membuat Virtual Hardsik yang baru, maka kita pilih 
Create a virtual hard drive now. Kemudian klik Create
  •  Lalu akan muncul jendela selanjutnya, yaitu jendela pemilihan format harddisk. Terdapat beberapa pilihan harddisk diantaranya:
    • VDI (Virtual Disk Image) = format virtual harddisk untuk virtual box
    • VMDK (Virtual Machine Disk) = format virtual harddisk untuk VMWare
    • VHD (Virtual Harddisk) = format virtual harddisk untuk VMWare
    • HDD (Parallels Harddisk) = format virtual harddisk untuk Parallels
    • QDD (QEMU Enhanced Disk) = format virtual harddisk untuk QEMU
    • QEOW (QEMU Copy-On-Write) = format virtual harddisk untuk QEMU
Kita pilih pilihan pertama (VDI). Karena kita menggunakan Virtual Box. Tekan Next.

  • Selanjutnya akan muncul jendela berikutnya, dalam jendela ini diberikan pilihan untuk pembuatan harddisk:
    • Dynamically allocated: Apabila kita memilih opsi ini, maka ukuran maksimal harddisk tsb. akan sesuai dengan angka yang kita isi. Misalnya, kita mengisi 10 GB maka akan ukuran maksimal harddisk virtual yang kita miliki adalah 10 GB.
    • Fixed Size: Apabila kita memilih opsi ini, maka ukuran harddisk virtualnya akan sama dengan ukuran pada harddisk kita.
Kita akan memilih Dynamically allocated. Tekan Next.



  • Atur ukuran harddisk sesuai dengan keinginan, Kali ini kita gunakan 10 GB, Tekan create.
  • Bila sudah selesai akan muncul, jendela ini.

  • Tekan Settings kemudian Storage, pada section Storage Tree pilih Empty. Kemudian pada section Attributes Checklist Live CD/DVD dan klik tanda yang dilingkari.

  • Pilih file iso yang akan kita gunakan yaitu, Debian 7 Whezzy.


  • Maka akan muncul jendela seperti berikut, Klik OK.

  • Klik Start, untuk memulai virtual boot
  • Terdapat beberapa pilihan seperti berikut:
    • Install: Untuk menginstall Debian secara text.
    • Graphical Install: Menginstall Debian secara graphic.
    • Advanced option: Mengatur opsi sebelum instalasi.
    • Help: Untuk melihat bantuan instalasi
    • Install with speech synthesis.

Pilih Install.

  • Pemilihan bahasa instalasi, pilih English.
  • Pemilihan lokasi, pilih other karena tidak ada opsi Asia.


  • Pilih Asia.
  • Pilih Indonesia.

  • Pilih Setting Keyboard pada United States.


  • Pilih American English pada Konfigurasi Keyboard.
  • Tunggu proses loading instalasi dan pendeteksian hardware.

  • Pengisian hostname, isi sesuai keinginan anda. Lalu Continue.


  •  Kemudian pengisian nama domain, isi nama domain sesuai dengan keinginan anda. Lalu Continue.

  • Setelah itu, isi password root yang anda inginkan. Jika anda bingung apa itu root? Root adalah user tertinggi dalam Sistem Operasi Linux. Kemudian Continue.


  • Ulangi pengisian password root sesuai dengan yang sebelumnya.

  • Sekarang, isi full name sesuai yang anda inginkan. Full name ini adalah nama identitas anda. Jika sudah, pilih Continue.
 

  • Isikan nama user baru yang akan dibuat. User ini adalah user biasa yang dimana kedudukannya berada di bawah user root. Setelah diisi, kemudian Continue. 
  • Isikan password untuk user yang baru dibuat.

  • Isikan ulang password yang sama dengan yang tadi kita isi. Lalu pilih Continue.


  • Kemudian tunggu proses loading.
  • Di tengah proses loading, anda akan diminta untuk melakukan setting jam sesuai daerah. Pilih Western jika anda memilih WIB, Eastern jika anda memilih WIT dan Central jika anda memilih WITA. Setelah itu proses loading akan berlanjut kembali.

  • Setelah selesasi loading, anda akan diminta untuk membuat partisi baru. Silahkan pilih harddisk yang ada. Tekan Enter.

  • Pilih FREE SPACE. Tekan ENTER.
  • Kemudian akan muncul pilihan partisi:
    • Create a new partition: Buat partisi baru.
    • Automatically partition the free space: Partisi otomatis.
    • Show Cylinder/Head/Sector Information.
Pilih Create a new partition. Tekan ENTER.
  • Pertama kita akan membuat partisi swap. Ukuran partisi swap adalah 2x ukuran RAM. Karena kita tadi telah membuat RAM 512 MB, maka swap yang akan kita buat adalah 1024 MB atau 1 GB. Tekan Continue.

  • Setelah menentukan besar ukuran partisi swap, kita akan disuguhkan 2 tipe partisi, yaitu :
    • Primary : merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang
      pertama diakses komputer untuk booting. Jadi, intinya partisi tipe ini digunakan untuk menyimpan file data dari system operasi yang kemudian digunakan untuk booting sistem operasi tersebut. Bisa dibilang data dari sistem operasi tersebut disimpan disini.
    • Logical : merupakan partisi sampingan yang terdapat pada partisi Extended. Partisi Logical mampu menampung berbagai macam file data.
Kita pilih Primary.

  • Setelah itu, anda akan dihadapkan kepada 2 pilihan jenis partisi :
    • Beginning : Jika memilih ini, maka didalam partisi yang dibuat masih dapat dibuat partisi-partisi lain.
    • End : Jika memilih ini, maka partisi yang dibuat tidak dapat dibuat partisi kembali.
Kita pilih Beginning.

  • Selanjutnya, kita ubah use as nya menjadi swap area. Caranya tekan ENTER di use as, kemudian pilih swap area.

  • Setelah diubah, maka tampilan akan seperti gambar di bawah ini. Setelah itu pilih Done setting to the partition. 







  • Setelah partisi swap sudah dibuat, sekarang kita akan membuat partisi \ . Caranya pilih FREE SPACE. Tekan ENTER.
    • Isikan ukuran partisi dengan 100 %. Mengapa 100% ? Karena kita akan membuat partisi dengan menggunakan seluruh kapasitas harddisk yang tersisa.


    • Selanjutnya, pilih tipe partisi Primary

    • Kita pilih Beginning.
    • Setelah itu semua, maka akan muncul tampilan seperti dibawah yang menerangkan tentang spesifikasi partisi. Kemudian pilih Done setting to the partition. 



    • Lalu, jika sudah selesai membuat partisi, kita pilih Finish partisioning and write change disk.


    • Lalu, kita akan ditanya, Write the changes disk? kita pilih Yes.


    • Tunggu proses installing sampai selesai.


    • Lalu, ketika di tengah proses installing, anda akan diminta untuk memasukkan CD atau DVD yang lain yang berisi paket berupa aplikasi penunjang selain yang ada di disk yang pertama. Karena kita tidak punya, maka cukup pilih No. 

    • Selanjutnya, anda akan ditanya kembali dengan pertanyaan, Use a network mirror? Kita pilih No.

    • Maka proses installing akan berlanjut kembali.

    • Selanjutnya, di tengah proses installing dan configuring, anda akan ditanya Partcipate in the package usage survey ? Kita pilih No.


    • Setelah proses installing selesai, anda akan memilih software apa saja yang akan diinstall di Debian anda. Pilih saja semua. Lalu Continue.

    • Tunggu proses installing software hingga selesai.

    • Di tengah proses installing, anda akan ditanya apakah anda akan menginstall GRUB boot loader ke master boot loader ? Pilih Yes. Maka proses installing akan dilanjutkan kembali.

    • Setelah melakukan instalasi software, maka pilih Continue untuk mengakhiri proses instalasi Debian dan kita akan dibawa ke tampilan login Debian.

    • Di tampilan login Debian, klik user yang akan kita gunakan, lalu masukkan passwordnya. Lalu tekan ENTER.

    • Jika berhasil login, maka kita akan masuk ke dekstop Debian. Debian siap digunakan.

    Setelah kita berhasil melakukan instalasi Debian 7 di Virtual Box, kita akan mengecek koneksi antara Host dan Guest. Caranya :

    • Pilih Setting pada tampilan awal Virtual Box


    •  Pilih Network untuk konfigurasi networknya. Disini Virtual PC yang kita buat diberi 4 Adapter/NIC/ Lan Card


    •  Selanjutnya, kita diberi pilihan tipe koneksi di Attached to sbb :
      • None
      • NAT (Network Address Translator)
      • Bridged Adapter
      • Internal Network
      • Host-only Adapter
      • Generic Driver

    Kita Pilih NAT untuk di Adapter 1

    •  Kemudian, Enable kan Adapter 2 dan pilih Attached to Host-only adapter.


    •  Selanjutnya kita kembali ke Debian kita yang berada di Guest, lalu kita buka aplikasi Terminal untuk mengecek koneksi dari Host ke Guest. Caranya Pilih Application, lalu Accessories, kemudian pilih Terminal.



    • Setelah tampilan Terminal terbuka, kita ketikan su root untuk mengganti user dari user biasa ke root. Setelah itu, masukkan password root.

    • Setelah masuk ke root, kita akan mengecek IP Address yang dimiliki oleh Guest (Debian). Caranya ketikkan ifconfig di Terminal. Maka di ethl akan ada IP Address yang Guest miliki (seperti yang di beri warnak kuning pada gambar di bawah ini). IP Address yang kita miliki adalah 192.168.56.101.

    • Setelah itu, kita buka cmd di Host kita (OSnya Windows). Caranya tekan tombol WINDOWS+R lalu ketikkan cmd dan OK. Maka akan muncul tampilan seperti berikut.

    • Setelah itu, kita juga melakukan pengecekan IP Address yang dimiliki HOST. Caranya ketik ipconfig lalu tekan ENTER. Di gambar, kita mendapat IP Address 192.168.56.1


    • Kemudian, kita akan mengecek koneksi dari Host ke Guest. Caranya ketikkan ping <ipaddress Guest>. Karena IP Adrress Guest itu 192.168.56.101, maka kita ketik ping 192.168.56.101. Jika muncul tulisan Reply from 192.168.56.101 bytes=32 time=1ms TTL=64, berarti koneksi baik. Jika muncul tulisan Request timed out, maka ada settingan yang salah atau koneksi sedang down. 


    • Selanjutnya, kita akan mengecek koneksi dari Guest ke Host. Caranya sama seperti di cmd, ketikkan ping <ipaddress Guest>. Karena IP Adrress Host itu 192.168.56.1, maka kita ketik ping 192.168.56.1. Jika muncul tulisan 64 Bytes from 192.168.56.1: icmp_req=1 ttl=128 time=0.0998 ms, berarti koneksi baik.
    Mungkin itu saja yang kali ini dapat saya tuliskan mengenai langkah-langkah Instalasi Virtual Box 4.2, Linux Debian 7 dan mengecek koneksi jaringan antara Guest dan Host. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.
    Thank you all.